IFW 2026: Basundhari Padukan Wastra Betawi dan Bali dalam Koleksi Fashion Ready to Wear yang Glamor

PEWARTANEWS.COM, Jakarta – Kekayaan budaya Nusantara kembali menjadi pusat perhatian di panggung BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026, ketika desainer
“Agung Kresna Vindhari” menghadirkan dua koleksi bertema “Batavia Blooms” dan “Jegeg Jempiring”.

Tampil pada hari ketiga penyelenggaraan di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (31/7/2026), Basundhari memadukan warisan budaya Betawi dan Bali ke dalam busana siap pakai (ready to wear).

Basundhari menampilkan total 18 koleksi, terdiri atas “Batavia Blooms” untuk anak-anak dan “Jegeg Jempiring” untuk remaja. Keikutsertaannya tahun ini menjadi penampilan kedua di panggung Indonesia Fashion Week setelah sukses membawakan koleksi “Sang Dewi Danu” pada edisi sebelumnya.

“Agar Indonesia Fashion Week bisa semakin sukses dan semakin banyak menarik antusias para desainer untuk menampilkan karya-karya terbaik mereka,” ujar Agung Kresna Vindhari

Ia mengatakan, tahun ini dirinya mendapat tantangan untuk menghadirkan koleksi ready to wear sesuai tema yang ditetapkan penyelenggara. Meski demikian, ciri khas Basundhari yang identik dengan sentuhan glamor tetap dipertahankan.

“Kali ini saya ditantang membuat koleksi ready to wear sesuai tema Indonesia Fashion Week, tetapi tanpa meninggalkan identitas Basundhari, yaitu glamorama,” katanya.

Melalui koleksi Batavia Blooms, Basundhari mengangkat motif batik Betawi sebagai inspirasi utama busana anak-anak. Menurutnya, kata blooms melambangkan proses berkembang, bertumbuh, dan mekar, sebagaimana warisan budaya yang terus hidup dan relevan di tengah perkembangan dunia mode.

“Melalui koleksi ini, saya ingin menggambarkan bagaimana keindahan budaya Betawi terus hidup, berkembang, dan tetap relevan di tengah dunia fashion modern. Koleksi ini adalah bentuk apresiasi saya terhadap warisan budaya Betawi yang memiliki nilai sejarah, karakter, dan keindahan yang layak terus dikenalkan kepada generasi baru,” ungkapnya.

Ia sengaja menghadirkan budaya Betawi dalam koleksi anak-anak karena ingin menanamkan kecintaan terhadap budaya Indonesia sejak usia dini.

“Saya percaya kecintaan terhadap budaya sebaiknya dikenalkan sejak dini. Dengan desain yang ceria dan nyaman, saya berharap anak-anak dapat merasa bangga mengenakan busana yang terinspirasi dari kekayaan budaya Indonesia,” tuturnya.

Sementara itu, koleksi Jegeg Jempiring terinspirasi dari bunga jempiring yang menjadi maskot Kota Denpasar, Bali. Koleksi tersebut menggunakan material linen dengan sentuhan batu permata sebagai aksen glamor.

“Koleksi ini terinspirasi dari indahnya bunga jempiring. Ketulusan remaja saya tuangkan melalui warna putih pada kain linen, sedangkan proses tumbuh dan berkembang saya hadirkan melalui warna hijau,” jelas Agung Kresna

Peragaan busana semakin istimewa dengan kehadiran dyah Basundhari hardy tampil sebagai model sekaligus brand ambassador Basundhari.

Pada pembukaan BTN Indonesia Fashion Week 2026, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan bahwa wastra Nusantara memiliki peluang besar untuk semakin kompetitif di pasar global karena menawarkan identitas, cerita, dan nilai keberlanjutan.

“Konsumen global saat ini tidak hanya mencari produk yang berkualitas, tetapi juga produk yang memiliki identitas, cerita, dan nilai keberlanjutan. Wastra kita memenuhi kriteria tersebut. Keunggulan inilah yang menjadikan wastra Nusantara sebagai aset strategis untuk memperkuat daya saing fesyen Indonesia di pasar global,” papar Dyah Roro.(*)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *