Hadir di Rembug Paripurna KTNA Nasional, Kaltara Dorong Sinergitas dan Klarifikasi Isu Pembakaran Ladang

PEWARTANEWS.COM, BATU — Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) turut menyemarakkan gelaran Rembug Paripurna KTNA Nasional dan Agro Expo KTNA yang berlangsung pada 18 hingga 21 September 2026 di Kota Batu, Jawa Timur.

Sebanyak 12 perwakilan anggota dari tingkat provinsi dan kabupaten se-Kaltara hadir langsung untuk memperkuat konsolidasi serta mendukung program ketahanan pangan nasional.

Ketua KTNA Provinsi Kalimantan Utara sekaligus Ketua Asosiasi Kelapa Sawit Kabupaten Malinau, Robinson Tadem, menyatakan keberadaan KTNA di Nusantara bertujuan untuk menyukseskan program prioritas pemerintah di bidang kedaulatan pangan. Ia mengapresiasi perhatian pemerintah pusat yang dinilai nyata berpihak kepada para petani.

“Kebijakan dan komitmen pemerintah pusat luar biasa. Buktinya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat pedalaman dan perbatasan, seperti bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa ekskavator mini PC75 di wilayah Krayan. Hal ini sangat membantu kerja para petani lokal,” ujar Robinson Tadem di sela-sela kegiatan.

Klarifikasi Isu Pembakaran Ladang dan Kebutuhan Petani

Dalam kesempatan tersebut, Robinson juga meluruskan persepsi publik terkait aktivitas pertanian di wilayah Kalimantan. Ia menegaskan bahwa masyarakat lokal tidak pernah melakukan pembakaran hutan.

“Kami ingin mengklarifikasi bahwa petani lokal tidak pernah membakar hutan. Yang ada adalah tradisi dan budaya kearifan lokal membakar ladang secara bergiliran/bergulir, bukan merusak kawasan hutan. Kalau membakar hutan, tentu kami sendiri yang rugi,” jelasnya.

Menutup keterangannya, Robinson berharap pengurus KTNA yang akan datang dapat semakin meningkatkan sinergitas antara pemerintah pusat, daerah, dan para petani. Ia mendorong agar skema bantuan Alsintan ke depan disesuaikan dengan kebutuhan riil kelompok tani di daerah, seperti ketersediaan mesin perontok, mesin penggiling gandum/padi skala kelompok, serta sistem pompa air.(*)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *