MUI Pusat dan MUI Teluk Wondama Perkuat Sinergi Kerukunan Umat Beragama Melalui Dialog Peta Kerukunan

PEWARTANEWS.COM, TELUK WONDAMA — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Teluk Wondama menggelar forum “Dialog Peta Kerukunan” sebagai upaya strategis untuk merawat keharmonisan, memperkuat silaturahmi, dan memperkokoh toleransi antarumat beragama di Kabupaten Teluk Wondama.
Kegiatan yang berlangsung hangat dan interaktif ini dihadiri oleh jajaran pimpinan MUI Pusat dan MUI Daerah, di antaranya:

* Dr. Dayu Aqrainnas, M.Ag., M.H. — Anggota Komisi Kerukunan Antar Umat Beragama MUI Pusat Jakarta
* H. Abudin Ohoimas — Ketua Umum MUI Kabupaten Teluk Wondama
* Ratno Timur, S.Hut., M.Hut. — Sekretaris Umum MUI Kabupaten Teluk Wondama

Mengusung pesan utama “Perbedaan Adalah Ujian, Kerukunan Adalah Jawaban — Mari Rukun Jangan Runtuh”, forum ini menjadi ruang diskusi inklusif bagi tokoh agama, perwakilan masyarakat, dan mualaf setempat untuk menyampaikan aspirasi serta gagasan pembangunan dakwah dan kerukunan di wilayah Teluk Wondama.

Dr. Dayu Aqrainnas, M.Ag., M.H. (Anggota Komisi Kerukunan Antar Umat Beragama MUI Pusat) menjelaskan bahwa “MUI Pusat menyampaikan apresiasi dan rasa syukur yang mendalam atas terselenggaranya dialog ini. Kehadiran kami di sini adalah untuk melihat, mendengar, dan berdiskusi bersama mencari solusi terbaik bagi pengembangan dakwah serta keharmonisan di daerah. Kami berharap forum ini bukan yang pertama dan terakhir, melainkan awal dari program-program silaturahmi berkelanjutan yang menyerap aspirasi saudara-saudara kita di Teluk Wondama.”

H. Abudin Ohoimas (Ketua Umum MUI Teluk Wondama) menjelaskan bahwa “Kehadiran perwakilan MUI Pusat memberikan dorongan semangat yang besar bagi kami di daerah. Teluk Wondama memiliki keberagaman yang indah, dan melalui dialog ini kami menegaskan komitmen untuk terus menjaga kedamaian serta merawat kerukunan antarumat beragama agar hubungan antawarga tetap harmonis.”

Ratno Timur, S.Hut., M.Hut. (Sekretaris Umum MUI Teluk Wondama) menjelaskan bahwa “Forum Peta Kerukunan ini menjadi landasan penting dalam mengidentifikasi tantangan serta peluang penguatan moderasi beragama di Teluk Wondama. Kami siap menindaklanjuti berbagai masukan dan arahan untuk diprogramkan secara nyata ke depannya.”

Komitmen Berkelanjutan
Melalui Dialog Peta Kerukunan ini, MUI Pusat bersama MUI Kabupaten Teluk Wondama bersepakat untuk terus memperkuat sinergi program pemberdayaan dan pembinaan keagamaan di daerah. Diharapkan langkah ini dapat terus memperkokoh rajutan persaudaraan dan menciptakan iklim kemasyarakatan yang damai serta sejuk di Tanah Papua.(*)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *