Sleman Luncurkan SOPIKAN, Perkuat Ketahanan Pangan dan Perluas Pasar Produk Lokal

PEWARTANEWS.COM, – Pemerintah Kabupaten Sleman mempercepat transformasi sektor pertanian dan perikanan melalui peluncuran aplikasi Sistem Informasi Rantai Pasok dan Pemasaran Pertanian dan Perikanan (SOPIKAN). Inovasi digital tersebut diharapkan menjadi solusi untuk memperluas akses pemasaran sekaligus meningkatkan daya saing produk pangan lokal.

Aplikasi SOPIKAN resmi diperkenalkan dalam rangkaian peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) 2026 yang berlangsung di halaman Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman, Rabu (21/10/2026). Kehadiran platform ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menghubungkan potensi produksi pertanian dan perikanan dengan kebutuhan pasar.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, mengatakan pemanfaatan teknologi digital merupakan langkah penting dalam memperkuat tata kelola sektor pangan. Menurutnya, inovasi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi petani dan pembudidaya ikan, terutama dalam menghadapi tantangan distribusi dan pemasaran hasil produksi.

“Hadirnya inovasi digital ini merupakan salah satu langkah untuk memperkuat tata kelola informasi, memperluas akses pemasaran, dan meningkatkan daya saing produk pertanian serta perikanan Kabupaten Sleman,” kata Harda.

Melalui SOPIKAN, pemerintah daerah berharap terbentuk sistem pemasaran yang semakin terhubung antara produsen dan kebutuhan pasar. Pengembangan aplikasi tersebut juga diarahkan untuk memperluas jaringan kemitraan, memperkuat rantai pasok, serta membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha pertanian dan perikanan di Sleman.

Sementara itu, Kepala DP3 Sleman, Liem Astuti, menjelaskan bahwa peringatan Hari Pangan Sedunia 2026 mengusung tema Innovate Today, Nourish Tomorrow. Tema tersebut, menurutnya, mencerminkan pentingnya inovasi dalam membangun sistem pangan yang lebih efisien, tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

“Pangan merupakan hak dasar manusia yang menentukan kualitas generasi penerus,” ujar Liem.

Liem menuturkan bahwa penguatan ketahanan pangan tidak dapat hanya bertumpu pada peningkatan produksi. Pemerintah daerah juga perlu mendorong pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, mengembangkan praktik budidaya ramah lingkungan, serta mengurangi pemborosan pangan di berbagai tahapan.

“Berbagai inovasi tersebut perlu dikembangkan secara berkelanjutan agar sektor pertanian dan perikanan mampu menghadapi perubahan kebutuhan masyarakat. Nilai tambah komoditas lokal juga harus diperkuat sehingga manfaat pembangunan sektor pangan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” tuturnya.

Upaya penguatan ketahanan pangan tersebut didukung perkembangan produksi beras Kabupaten Sleman. Berdasarkan data DP3 Sleman, produksi beras meningkat dari 60.200,79 ton pada 2024 menjadi sekitar 63.786 ton pada 2025, atau tumbuh sekitar 5,96 persen.

Sementara itu, Indeks Ketahanan Pangan Sleman pada 2025 dilaporkan mencapai 85,50, menempatkan daerah tersebut pada peringkat ketujuh nasional dan tertinggi di Pulau Jawa.

Liem menjelaskan bahwa pengembangan pertanian modern juga menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah. Salah satu penerapannya dilakukan melalui program Advanced Agriculture System di Kapanewon Seyegan yang dilaporkan mampu menghasilkan produktivitas lebih dari sembilan ton gabah kering panen per hektare.

“Pendekatan teknologi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian,” tambahnya.

Selain peluncuran SOPIKAN, peringatan Hari Pangan Sedunia 2026 diisi dengan penyerahan berbagai bantuan sarana produksi. Sebanyak 29 unit alat penyemprot elektrik disalurkan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT), sementara Kelompok Tani Dadi Makmur menerima satu paket peralatan pengolahan kopi. Pemerintah daerah juga memberikan bantuan mulsa, bibit, dan pupuk kepada kelompok tani serta KWT berprestasi.

Dukungan pemerintah turut diwujudkan melalui pemberian penghargaan kepada pemenang lomba evaluasi medik veteriner dan paramedik veteriner. Dalam kesempatan yang sama, sebanyak 20 unit pos penyuluhan kalurahan (Posluhkal) diserahkan guna mendukung penguatan kegiatan penyuluhan pertanian di tingkat kalurahan.

Liem menambahkan, penguatan sektor pangan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak serta kesinambungan program dari hulu hingga hilir. Peningkatan kapasitas produksi, pemanfaatan teknologi, pengolahan komoditas, dan pengembangan pemasaran dinilainya perlu berjalan secara terpadu untuk memperkuat daya saing hasil pertanian dan perikanan daerah.

Melalui peluncuran SOPIKAN dan berbagai program pendukung tersebut, Pemkab Sleman berharap sektor pertanian dan perikanan semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi. Inovasi digital diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga memperluas peluang usaha dan meningkatkan nilai ekonomi hasil produksi masyarakat.(*)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *