PEWARTANEWS.COM, – Musim kemarau mulai mengganggu budidaya perikanan di Kabupaten Sleman. Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) meminta pembudidaya menyesuaikan jadwal panen dan menunda penebaran benih untuk mengantisipasi kekurangan air.
Kepala DP3 Sleman, Liem Astuti, mengatakan dampak kekeringan terutama dirasakan pembudidaya di selatan Selokan Mataram dan Prambanan, khususnya pengguna kolam tanah.
“Dengan kondisi kering ini, budidaya perikanan juga terdampak, khususnya yang menggunakan kolam tanah,” ujar Liem, Kamis (22/10/2026).
Menurutnya, ketersediaan air menjadi faktor utama keberlangsungan produksi. Pembudidaya perlu mempertimbangkan kondisi sumber air sebelum melanjutkan pemeliharaan ikan.
“Kalau airnya habis, tentu budidaya tidak bisa berjalan optimal,” katanya.
DP3 bersama penyuluh perikanan telah memberikan peringatan dini mengenai potensi kemarau panjang. Sejumlah pembudidaya kini memasuki masa panen sebelum menghentikan sementara siklus produksi berikutnya.
Penundaan penebaran benih dilakukan untuk menekan risiko kematian ikan. DP3 juga menyiapkan dukungan sumur pompa, obat-obatan, dan vitamin guna membantu pembudidaya menghadapi kekeringan.
Di sisi lain, budidaya menggunakan kolam terpal turut dikembangkan melalui kelompok wanita tani (KWT) dalam program optimalisasi pemanfaatan pekarangan.
“Bantuan kolam terpal tersebut menjadi salah satu upaya mendorong pemanfaatan lahan pekarangan,” ungkap Liem.
Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kegiatan produktif masyarakat melalui pemanfaatan lahan di sekitar rumah.
“Untuk kegiatan produktif, termasuk budidaya ikan,” lanjutnya.
Meski demikian, DP3 belum memerinci persentase penggunaan kolam tanah dan kolam terpal maupun kontribusi masing-masing terhadap produksi perikanan Sleman.
Penanganan kemarau sementara diprioritaskan pada pengaturan siklus produksi, pendampingan pembudidaya, serta pemenuhan kebutuhan air untuk meminimalkan potensi kerugian.
“Bantuan kolam terpal tersebut menjadi salah satu upaya mendorong pemanfaatan lahan pekarangan untuk kegiatan produktif, termasuk budidaya ikan,” kata Liem.(*)

